^_^ Ahlan Wasahlan wa Marhaban Bikum ^_^

Photobucket

thanks for click it !! ^_^

Wednesday, December 31, 2008

::aku syg padamu::

^_^ lina mursyidah hamzah at 10:32 AM 2 pandangan dari kamu
Photobucket

Mengamati khabar darimu
Mutiara jernih meluncur laju dari ainunku
Ku beristighfar..menangis dan merintih..
Mengapa kekejaman demi kekejaman yang kalian terima
Aku tidak dpt menahan sebak di hati
Mengenangkan kalian yang tega berjuang
Mempertahankan amanah Allah
Membuatkan perasaanku membuak2 ingin sekali bersama kalian

Kami di sini lemah..
Hanya dpt melihat berita dari kalian
Hanya mampu menangis
Melihat kalian diperlakukan oleh Israel yang bersikap seperti binatang!

Pernah aku bermimpi
Bukan sekali dua..
Malahan berpuluh kali..
Aku bersama kalian
Di medan perang
Mempertahankan hak umaat Islam
Masih ku terasa begitu beratnya senapang yang ku pegang
Masih ku terasa betapa sakitnya ditembak oleh si laknat jahannam
Namun satu kepuasan dpt ku rasa tika darahku mengalir keluar
Namun itu hny la mimpi mainan tidurku!!!

Ingin sekali ku menjejakkan kaki secara reality ke bumi yang diberkati
Namun terhalang dek kerna aku mempunyai abi yang sgt menyayangiku
Hny doa..yang mampu ku kirimkan..
Kerna itulah senjata2 bg org2 mukmin..

Saudaraku di palestin..bersabarlah..
Allah bersama2 dgn kalian..
Kami juga ada dgn kalian..
Doa kami sentiasa ada dengan kalian..Syahid itu indah..
sumber-dari seorang shbt..http://rentetan-mujahidah.blogspot.com

Tuesday, December 30, 2008

::sang murobbi::

^_^ lina mursyidah hamzah at 10:23 AM 0 pandangan dari kamu
Photobucket

"tanpa kenal lelah jemu..sampaikan firman tuhamu"

Alhamdulillah..semalam CK berkesempatan utk menonton filem SANG MUROBBI (SM) di LT4 uia gombak..menonton bersama teman2 seperjuangan..filemnya..MASYAALLAH..
menceritakan tentang seorang tokoh di medan dakwah iaitu allahyarham rahmat abdullah..penceritaanya sangat menarik..
bg CK ni lah filem pertama yang betul org ckp 'islamic'..alhamdulillah..CK berpeluang juga utk mengikuti muktamar karisma-jim kat sekitar shah alam..ditakdirkan berjumpa dgn gerai yg jual vcd n dvd SM..tanpa berfikir panjang CK terus mencapai VCD tu dan secara rasminya CK jadikan itu hakmilik CK utk CK bg kawan2pinjam..
tapi CK sedih gak sbb masa hari kejadian ada la jalan kat satu gerai buku ni..tapi CK hny beli satu buku iaitu 'BEKAL DAKWAH AKHAWAT' sedangkan kak akma,abg anip n nuar beli buku KADER DAKWAH..masa tgk SM tu,ada plak dy promot buku KADER DAKWAH..masa tu terdetik la di hati..mcm penah tgk je buku tu..
rupa2ny buku tu ade dijual di gerai yg sama masa beli buku BEKAL DAKWAH AKHAWAT. KADER dakwah btul2 berjiran dgn buku BEKAL DAKWAH AKHAWAT.
tapi mesti ade hikmah nape Allah tak gerakkan hati CK utk beli KADER DAKWAH..walopun CK da terpandang buku tu..

hmm..kpd kwn2 yg baca blog ni..tontonlah SANG MURROBI..sbb cite dy best!!

CK ni tak pandai bercerita..cumanya bila tgk jenazah rahmat abdullah..ada air mata yang menitis dari seorang insan yang duduk di belakang dewan..insan itu tidak mengenali siapa rahmat abdullah..tapi bila tgk cerita tu shj,insan itu turut merasai sedihny apbila rahmat Abdullah meninggal dunia..wallahu'alam

Sunday, December 28, 2008

::khadijah binti khuwalid::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:48 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket
Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat main- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan."

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?

Sayidah Khadijah .a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah .a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah .a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.

Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah. Aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah .a.

Khadijah .a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali apa neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.

Itulah dia, Khadijah .a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah .a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah .a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah .a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang- orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia."

Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah .a., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan."

::mengingati Al-Quran::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:45 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket
Abu Said .a meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda:

Allah s.w.t. berfirman: sesiapa yang mendapati tidak ada masa untuk mengingati dan memohon rahmat daripada Ku dan kelebihan membaca kalimah Allah keatas sekalian kalimah sebagaimana kelebihan Allah berikan kepada makhluknya"

Dengan kata lain, perbandingan mereka yang memohon rahmat kepada Allah pasti akan menerima kurnia atau ganjaran yang lebih baik daripada orang yang sibuk menghafaz Al-Quran dan belajar memahami yang ia tidak ada masa untuk memohon doa.

Seorang ahli (Al-Quran) bermakna seseorang itu menghafaz Al-Quran dan membaca adalah lebih terpuji jika seseorang itu menguasai maknanya dan juga maksudnya, akan ada dikalangan para malaikat-malaikat seumpama papan Lauh Mahfuz (papan Lauh yang terpelihara oleh Allah) dan juga menyampaikan kepada orang lain melalui bacaannya. Dengan ini kedua duanya mempunyai pekerjaan yang sama atau akan berada bersama-sama, dengan malaikat di pengadilan nanti.

Seseorang yang tidak lancar bacaannya akan mendapat ganjaran dua kali ganda, satu untuk bacaan dan satu lagi kerana berusaha membaca Al-Quran walaupun tersekat-sekat dalam bacaannya. Hal ini bermakna ganjaran untuknya melebihi daripada orang yang menjadi ahli. Ganjaran bagi seorang ahli pula adalah begitu tinggi sekali sehingga dia akan berada di kalangan para malaikat.

Dalam usaha membaca Al-Quran di samping segala kesukaran dan tersekat-sekat itu akan mendapat ganjaran yang berasingan, dengan yang demikian membaca A-Quran sepatutnya janganlah ditinggalkan.

Ali al-Qari menyatakan daripada riwayat Al-Tabrani dan al- Baihaqi:

bahawa seseorang yang payah untuk menghafaz Al-Quran tetapi terus juga mempelajarinya di dalam hati akan mendapat dua kali ganda ganjaran. Begitu juga seseorang yang ingin menghafaznya tetapi tidak berkebolehan untuk melakukannya dan tidak berputus asa daripada membacanya akan dikira oleh Allah yang Maha Kuasa sebagai menghafaz di hari kebangkitan nanti

::falsafah perkahwinan::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:39 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket

Firman Allah S.W.T. "Maha suci Allah yang menjadikan kejadian semua berpasangan dari sesuatu yang tumbuh di bumi, dari mereka (manusia) dan dari sesuatu yang mereka tiada mengetahui." (Yaasin: 36)

Jika kita perhatikan kejadian di langit dan di bumi, jelas menampakkan kebenaran ayat ini. Setiap yang kita saksikan ada pasangannya. Keadaan tanah di bumi, tidak sama rata semuanya, bahkan dijadikan berpasangan antara tinggi dan rendah. Di suatu kawasan penuh dengan tumbuhan menghijau. Di kawasan yang lain berpadang pasir. Daratan berpasangan dengan lautan. Pokok-pokok yang meliputi bumi ini ada yang jantan dan betina. Kemudian Allah jadikan pula malam berpasangan dengan siang meliputi alam ini. Binatang-binatang yang hidup di daratan dan di lautan juga berpasangan jantan dan betinanya. Demikian pula manusia. Atom yang sangat halus yang tidak dapat dilihat dengan pandangan mata dan terdiri dari komponen-komponen yang berpasang-pasangan. Jika kita bertanya apakah hikmat Allah S.W.T. menjadikan berbagai-bagai jenis kejadian ini dalam keadaan berpasangan? Kita sudah tentu dapat memahaminya dengan mudah.

Cuba kita bayangkan bagaimana keadaan alam ini sekiranya ia sentiasa dalam keadaan malam, bumi berkeadaan pamah, semuanya berpadang pasir Manusia semuanya lelaki atau semuanya perempuan. Keadaan dunia seperti ini tentu membosankan dan kejadian ini tidak melahirkan keturunan. Manusia akan hapus dalam jangka waktu yang singkat. Dengan adanya pasangan, dunia kelihatan indah dan sesungguhnya kejadian Allah S.W.T. ini sangat indah.

Lelaki Dan Perempuan Dalam Kejadian Manusia
Dengan memberikan sedikit peihatian kepada kejadian alam ini, anda pasti mengerti mengapa anda dijadikan lelaki atau perempuan. Kedua-duanya dari acuan yang sama iaitu manusia yang dibentuk dari unsur-unsur kemanusiaan. Tetapi yang satunya berwatak keras dan yang satu lagi lemah gemalai. Gerak langkah melambangkan kekuatan dan gerak langkah wanita melambangkan keindahan.

Sifat-sifat tersendiri yang ada pada lelaki dan wanita itu menunjukkan bahawa kekuatan lelaki dijadikan sebagai pelindung kecantikan wanita. Betapa indahnya kehidupan manusia ini dengan adanya pasangan di dalam kejadiannya. Betapa jemu dan bosan kehidupan ini jika yang menjadi penghuni alam lelaki semuanya, atau perempuan semuanya. Jadi, kejadian berpasangan antara lelaki dan perempuan it merupakan ramuan yang mengindahkan kehidupan.

Allah S.buat. berfirman: "Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ia menjadikan untuk kamu pasangan dari jenis kamu sendiri untuk kamu tinggal tenteram di sampingnya dan dijadikan di antara kamu kasih sayang dan belas kasihan. Semuanya itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir. "

(ar-Ruum:21)

Kejadian berpasangan juga sebagai saluran untuk meneruskan keturunan manusia.
Allah S.buat. berfirman:
"Wahai manusia bertakwalah kepada Tuhan kamu yang menjadikan kamu semua dari jiwa yang satu dan dijadikan daripadanya pasangannya dan berkembang daripada keduanya banyak lelaki dan perempuan... "

(An-Nisa':1)

Dengan keterangan di atas jelas sekali hikmatallah menjadikan manusia dari lelaki dan wanita, pertama untuk memperindahkan kehidupan manusia itu sendiri. Kedua untuk mengekalkan ketuninan manusia di dalam jangka waktu yang panjang sehingga Allah S.W.T. menentukan berakhirnya sejarah manusia di bumi ini. Ini semuanya adalah rahmat Allah S.buat. kepada manusia yang diamanahkan untuk mengendalikan ulusan di bumi sebagai khalifah-Nya.

Mengapa Berkahwin???
Manusia akan menghadapi berbagai kepincangan sekiranya pergaulan lelaki dan wanita tidak diatur dan disusun mengikut peraturan tertentu. Tujuan perkahwinan ialah menyusun pergaulan antara lelaki dan wanita supaya dapat mewujudkan suasana kasih sayang yang memperindahkan kehidupan. Tanpa penyusunan yang rapi di dalam peigaulan di antara lelaki dan wanita, kepincangan tidak dapat dielakkan. Kerana itu, perkahwinan disyariatkan.

Dalam perkahwinan, ditentukan kewajipan-kewajipan dan peraturan-peraturan yang akan membawa kebahagiaan kepada pasangan yang mematuhinya. Sebahknya jika peraturan-peraturan itu tidak dipatuhi, sama ada kerana kejahilan atau sengaja mengingkarinya, pasangan itu sentiasa dilanda arus yang menjadikan suasana hidup mereka tidak tenteram.

Membentuk Keluarga
Peraturan yang ditetapkan itu, menentukan pembentukan keluarga di dalam satu institusi masyarakat yang dinamakan rumahtangga. Rumahtangga adalah tahap pertama pembentukan masyarakat. Sebagaimana masyarakat yang besar memerlukan penyusunan yang rapi, begitulah juga masyarakat lumahtangga memerlukan penyusunan.

Pembentukan rumahtangga secara bersekedudukan bebas tanpa perkahwinan dan perlindungan undang-undang melambangkan suatu pembentukan rumahtangga yang tidak tersusun. Ia akan berkembang menjadi belukar dan hutan belantara yang hidup di dalamnya binatang-binatang buas. Hak-hak suami isteri tidak dapat dibela dan diberi keadilan di dalam kehidupan seumpama ini.

Sebaliknya, rumahtangga yang dibentuk menerusi perkahwinan yang tertakluk kepada peraturan-peraturan tertentu yang lengkap dan sempurna, akan menjadi seperti pohon-pohon yang ditanam secara tersusun. jika pohon-pohon ini terus dipelihara, ia kekal menjadi taman indah yang menyegarkan kehidupan. Demikianlah halnya sebuah rumahtangga yang diikat dengan perkahwinan akan menjadi tempat yang paling indah dalam kehidupan dan kebisingan anak-anak meniadi seperti siulan burung-burung di taman yang indah.

Rumahtangga Sebagai Masyarakat Kecil
Mendirikan rumahtangga dalam Islam bukan ulusan individu seperti yang difahami dalam kehidupan bangsa lain terutama bangsa Barat. Rumahtangga dalam Islam merupakan bahagian penting masyarakat dan masyarakat mempunyai tanggungjawab dalam pembentukan- Falsafah Perkahwinan Dalam Islam.

Oleh kerana perkahwinan adalah perkembangan daripada keluarga yang sedia ada dan hubungan antara kcluarga baru dan yang sedia ada wajib diperteguhkan dan oleh kerana keluarga baru itu sebahagian daripada masyarakat yang boleh mempengaruhi keadaan baik buruk masyarakat, maka perkahwinan yang tidak menghormati masyarakat, seperti kahwin lari, tangkap basah dan lain-lain, sangat dikeji oleh Islam, melainkan di dalam keadaan-keadaan tertentu, di mana pemerintah boleh menggantikan tempat sebagai wali bagi menggantikan wali daripada keluarga si isteri.

Prinsip Pembentukan Keluarga Islam
Sebagai Nizamul Hayah (peraturan hidup) yang syamil (lengkap) dan sempurna, yang merangkumi pembentukan masyarakat yang sejahtera, Islam telah menetapkan peraturan peraturan perkahwinan dan perjalanan keluarga dengan sempuma. Peraturan ini tidak hanya berbentuk undang-undang tetapi juga menerusi pembentukan rasa tanggung-jawab dan menghormati nilai-nilai akhlak yang dibina menerusi kesedaran beragama yang dipupuk menerusi pendidikan.

Kesempurnaan undang-undang yang mengawal perjalanan keluarga tidak mencukupi bagi menjamin ketenteraman keluarga itu. Keluarga mesti disusun dan dikawal oleh rasa tanggungjawab dan menghormati nilai-nilai akhlak Islamiyyah. rasa tanggungjawab dan menghormati nilai-nilai akhlak itu hanya akan berkembang subur di kalangan orang-orang yang mempunyai kesedaran keagamaan.

Kesedaran keagamaan yang terpenting ialah apabila seseorang itu sentiasa mengingatiallah S.buat. dan takut kepada-Nya. Kesedaran ini meiupakan kawalan berkesan untuk seseorang mematuhi undang-undang dan peraturan yang ditetapkan. Tanpa kesedaran ini peraturan yang sempurna tidak memberi banyak kesan, kerana orang yang tidak dapat mengawal dirinya dengan kesedarannya terhadap wujudnya Allah S.W.T. dan takut kepada-Nya, akan dengan mudah melanggar undang-undang dan peraturan itu. Apabila undang-undang tidak dihormati, ia tidak bermakna lagi walau bagaimana sempurnapun undang-undang itu. Dalam menyusun keluarga yang tenteram dan sejahtera, Islam berpandu kepada dua prinsip.

1. Didikan yang mengukuhkan kesedaran beragama (di dalamnya disuburkan perasaan taat kepada Allah, tidak menganiaya sesama manusia, belas kasihan, bertimbang rasa dan lain-lain)

2. Undang-undang dan peraturan yang menentukan kewajipan, hubungan antara suami isteri, kewaiipan terhadap anak-anak, nafkah, peraturan jika berlaku perselisihan dan penceraian dan sebagainya. Kepincangan dan kegelisahan yang banyak berlaku di dalam keluarga Islam hari ini adalah kerana pembentukannya tidak sangat memenuhi kehendak-kehendak Islam. Selain daripada kurangnya asas-asas keagamaan, pasangan suami isteri pula jahil tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan hubungan antara mereka, dan tanggungjawab keduanya terhadap anak-anak.

Peraturan Mencari jodoh
Sebelum sesebuah keluarga dibentuk, Islam telah menetapkan terlebih dahulu pertimbangan dalam mencari pasangan dengan tujuan menjamin kesejahteraan.

Rasulullah S.A.W. melarang kecantikan dan kekayaan menjadi ukuran penting di dalam memilih isteri, tetapi hendaklah memilih yang berpegang kepada agama. Sabda baginda yang bermaksud: "Janganlah mengahwini wanita-wanita kerana kecantikan. Mungkin kecantikan itu memburukkan hidup.

Jangan mengahwini mereka kerana harta, mungkin harta itu menyebabkan kezaliman mereka. Tetapi kahwinilah mereka atas dasar agama. Seorang sahaya yang hitam, berbibir tebal yang beragama adalah lebih baik.

(Diriwayatkan oleh Ibn Majah).

Begitu juga bagi seorang wanita, janganlah menjadikan pangkat dan harta sebagai pertimbangan asasi di dalam memilih suami, kerana pangkat dan harta tanpa akhlak dan agama menjadi punca fitnah yang akan merosakkan kehidupan rumahtangga.

Keturunan Dan Kufu'
Salah satu asas pertimbangan, selain daripada keagamaan seperti yang telah dijelaskan sebelum ini, ialah keturunan bakal isteri itu. Aspek yang penting yang hendak ditinjau ialah dari segi kesihatan dan keadaan hidup keluarga. Dari segi kesihatan, perlu dikaji sama ada bakal isteri dan suami mempunyai keluarga yang mempunyai penyakit keturunan.

Ini tidak bermakna wanita yang mempunyai keluarga yang beipenyakit tidak boleh dikahwini dan dipandang hina. Bahkan apa yang dimaksudkan di sini ialah ketehtian di dalam membentuk keluarga yang mahu mencapal peringkat yang ideal. Demikian juga perlu ditinjau aspek keadaan hidup keluarga bakal isteri, saina ada berpegang teguh kepada agama dan akhlak atau tidak. Keadaan dan suasana rumahtangga ibu bapa, sudah tentu mempengaruhi kehidupan anaknya. Sekiranya bakal suami isteri itu daripada keluarga yang tidak menghormati agama dan akhlak, sudah tentu sukar untuk membentuk suasana yang sesuai dengan kehendak Islam dalam keluarga tersebut.

Satu masalah lagi yang menjadi tanda tanya ialah perkahwinan sekufu' atau setaraf. Adakah Islam mengakui suami isteri itu bertaraf-taraf. Jawapannya ya. Taraf ini diukur dari darjat kehidupan. Tentulah tidak sama orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu, orang yang suka berpoya-poya dan berbuat maksiat dengan orang yang warak. Dari aspek inilah Islam melihat adanya perbezaan hidup manusia.

Walaupun begitu dari segi nilai kemanusiaan, manusia itu sama. Manusia yang jahat pun, dari sudut peri kemanusiaan, perlu diberi pertolongan dan dihormati sebagai manusia. Dari semua perbezaan hidup dan nilai-nilai hidup manusia, tidak ada yang lebih mulia daripada insan yang bertakwa. Inilah sebenarnya yang dimaksudkan apabila Islam mengakui darjat-darjat hidup manusia. . Perkahwinan kufu' ialah perkahwinan di antara suami dan isteri yang mempunyai persamaan dari segi keadaan hidup.

Memang ada aliran hukum di dalam perundangan Islam yang tidak melihat perkara ini sebagai penting. Mereka memandang tidak penting yang kaya berkahwin dengan yang miskin, yang berpangkat berkahwin dengan yang tidak berpangkat. Aliran ini melihat dari aspek kemanusiaan semata-mata, yakni Allah S.W.T. menjadikan manusia sama sahaja.

Tetapi satu aliran hukum lagi dalam perundangan Islam iaitu aliran al-Syafiyyah, memandang perbezaan taraf hidup sama ada dari segi kekayaan, ilmu, akhlak dan lain-lain mempunyai pengaruh dalam menentukan kehidupan rumahtangga, kerana realiti kehidupan seperti ini tidak boleh diperkecilkan. Seorang perempuan kaya yang sudah biasa dengan kehidupan mewah, sudah tentu menghadapi kesukaran untuk menyesuaikan dirinya dengan kehidupan baru yang disediakan oleh suaminya yang miskin. Kesukaran ini boleh menimbulkan masalah yang rumit. Demikian juga seorang suami yang warak berkahwin dengan isteri yang suka berpoya-poya, sudah tentu akan menimbulkan masalah yang melibatkan hubungan suami isteri itu.

Inilah realiti kehidupan alam perkahwinan yang perlu mendapat perhatian perundangan dan dari sinilah timbuinya masalah kahwin sekufu'. Aliran perundangan al-Syafiyyah, memberi hak kepada wali untuk melarang anak perempuan berkahwin dengan orang yang tidak sekufu' dengannya untuk mengelak daripada masalah ini dan untuk kepentingan hidup anaknya.

Demikian juga aliran ini memberi hak kepada anak perempuan membantah wali mengahwinkah dirinya dengan orang yang tidak sekufu' dengannya, demi untuk menjaga kepentingan diri dan kehidupannya di masa hadapan. Keharusan Berpoligami Di antara persoalan yang meniinbulkan masalah paling kontroversi dalam unisan perkahwinan umat Islam ialah keharusan berpoligami.

Ia dijadikan bahan oleh setengah golongan untuk mengecam Islam dan ramai wanita yang tidak puas hati dengan pelaksanaannya. Bagi menghuraikan masalah ini, terlebih dahulu mestilah difahami apakah yang dimaksudkan dengan keharusan itu. Dari segi perundangan, harus bererti sesuatu yang tidak diseksa dan tidak diberi pahala kepada orang yang melakukannya. Ertinya, ia tidak mempunyai obligasi dari segi hukum. Tetapi, keharusan berpoligami ini dari segi pelaksanaannya bukan sahaja tunduk kepada hukum ini. Ia juga tertakluk kepada prinsip pembentukan keluarga yang telah diterangkan sebelum ini iaitu perasaan tanggungjawab dan perasaan-perasaan lain yang dituntut oleh Islam.

Sungguhpun dari segi perundangan, poligami boleh dilaksanakan tetapi bukan tanpa mempunyai pertimbangan lain yang dikehendaki agama. Pertimbangan ini termasuklah apa yang dikatakan oleh ahli-ahli tasawwuf bahawa tidak dinamakan seseorang itu bertaqwa sehingga ia meninggalkan yang harus untuk menjaga dirinya dari melakukan yang haram. Dengan sebab itu, jika sesuatu yang harus itu boleh mendorong kepada melakukan yang haram, maka seseorang yang bertaqwa akan meninggalkan yang haius itu untuk menjaga dirinya dari melakukan yang haram.

Dalam masalah poligami, seseorang itu hendaklah menjauhi sekiranya berkahwin lebih daripada satu menyebabkan ia mencuaikan hak-hak isteri dan anak-anak yang diwajibkan ke atasnya, seperti memberi nafkah dan lain-lain. Walaupun hukum mengharuskan, tetapi ia terus menanggung dosa kerana kecuaiannya menjalankan kewajipan tediadap anak-anak dan isteri-isteri. Jika perkara ini menjadi penyakit masyarakat yang menular, pemerintah boleh mengenakan peraturan-peraturan untuk mencegah kerosakan yang timbul daripadanya.

Penggunaan maksud keharusan berpoligami secara wajar dapat dilihat daripada contoh yang ditunjukkan oleh Rasulullah s.a.w. dan masyarakat Islam pertama yang dibentuk oleh baginda. Dengan penggunaan yang wajar ini, poligami bukan menjadi masalah kepada masyarakat, tetapi mempakan cara bagi menyelesaikan masalah-masalah yang wujud dalam masyarakat iaitu pembelaan tediadap anak-anak yatim dan janda-janda yang menderita kerana kehilangan atau kematian suami. Pada masa sekarang masalah seperti di atas masih lagi wujud dan tetap akan wujud selagi adanya manusia. Kerana itu poligami tetap berfungsi memberi kebaikan kepada masyarakat jika keharusan ini tidak disalahgunakan.

Tetapi sekiranya poligami disalahgunakan dan dilakukan semata-mata untuk memuaskan nafsu dan menempah dosa, ia akan menjadi masalah dan langkah-langkah mengawalnya hendaklah dilakukan oleh pemerintah dengan mengenakan peraturan-peraturan tertentu untuk mengelak keiosakan.

Perancangan Keluarga
Beralih kepada perbicaraan mengenai perancangan keluarga. Perkara ini juga menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Perancangan keluaiga mengandungi dua program. Pertama merancang kelahiran anak dengan menghadkan kelahiran atau membatasinya. Kedua, menyusun perjalanan keluarga untuk mencapai kesejahteraan dengan memberi perhatian kepada kebajikan, kesihatan dan keselesaan hidup keluaiga serta memastikan perkembangan yang sihat dalam pertumbuhannya.

Program pertama yang bertujuan membataskan kelahiran anak itu berdasarkan teori yang dikemukakan oleh seorang ahli fikir barat yang bernama Maltus. Pada pendapat beliau, perkembangan penduduk dunia, jika dibandingkan dengan pertambahan pengeluaran bahan makanan adalah tidak seimbang. Perkembangan penduduk berjalan dengan kadar 2,4,6,8, sedangkan pertambahan bahan-bahan makanan dengan kadar 1,2,3,4.

Jika perkembangan seperti ini terus berjalan, satu bencana kekurangan bahan makanan akan berlaku dan manusia akan menghadapi masalah kelaparan. Dalam program yang kedua, kita mestilah memberi sokongan bagi menjayakan usaha membaiki keadaan kesihatan, kebajikan dan kesejahteraan keluarga. Tetapi sukalah ditegaskan di sini, usaha-usaha ke arah mencapai tujuan tersebut tidak akan dicapai, sekiranya unsur-unsur akhlak dijadikan program sampingan sahaja.

Suatu program yang bersifat menyeluruh hendaklah dirangka untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga yang sebenar. Program ini, jika hendak dipercayai oleh rakyat secara berterusan tidak seharusnya dijadikan alat atau piling bagi melaksanakan usaha menghadkan kelahiran anak. Niat yang tidak jujur seperti ini akan menimbulkan akibat buruk dan kesan yang tidak sihat kepada masyarakat.

Kewajipan Dan Tanggungjawab
Seseorang yang hendak mendirikan rumahtangga hendaklah menginsafi bahawa kewajipan dan tanggung-jawab sedang menantinya. Membina keluarga bertnakna bertambahnya tanggungjawab tediadap isteri dan anak-anak.

Di sini digariskan beberapa tanggungjawab penting suami dan isteri di dalam rumahtangga.

Kewajipan Suami

1. Suami adalah ketua kelualga, pelindung isteri dan anak-anak. Sebagai pelindung keluaiga dan ketua unit masyarakat yang kecil ini, suami berkewajipan mangawal, membimbing, menentukan tugas, menyelaraskan ketua, berusaha mencari keperluan hidup keluarga dan berusaha menyediakan faktor-faktor kebahagiaan dan keselamatan keluarganya.

2. Dia wajib menyediakan rumah kediaman, pakaian dan makan minum keluarga. Dia wajib mengajar anak isterinya dengan hukum-hukum agama. Kalau tidak mampu mengajar sendiri dia wajib menanggung biayanya. Dalam hal ini suami yang bijak awal-awal lagi akan memilih isteri yang beragama. Dengan itu dapat meringankan beban dan kewajipannya mengajar agama kepada isterinya. Isteri yang beragama itu, pasti dapat mendidik anak-anak dalam kehidupan beragama.

3. Pentadbiran suami di dalam iumahtangga hendaklah berdasarkan rahmah (kasihan belas) berakhlak dan contoh yang baik. lah bertanggungjawab di hadapan Allah S.buat. terhadap keluarganya. Bersikap baik dan adil di dalam mengendalikan nunahtangga adalah penting. Rasulullah s.a.W mensifatkan orang yang baik ialah orang yang baik kepada ahli rumahnya.

4. Suami hendaklah mengasuh isteri dengan baik. Rasulullah s.a.w. menyifatkan kaum wanita sebagai amanah Allah S.W.T. Amanah itu hendaklah dijaga dengan cermat. Misalnya jika kita diamanahkan sesuatu barang dan barang itu rosak di tangan kita, tentulah ia akan melibatkan nama baik kita. Sebab itu Rasulullah s.a.w. berpesan supaya bersikap baik terhadap wanita dan sentiasa memesan mereka supaya berkelakuan baik.

5. Tanggungjawab suami adalah penting di dalam membina keluarga. Tidak sah pernikahan orang yang tidak boleh mengendalikan urusan rumahtangga seperti pernikahan kanak-kanak dan orang gila. Adapun orang yang bodoh (safah) yang ditahan dari mengurus harta benda dan dirinya, tidak sah berkahwin melainkan dengan izin walinya. Orang yang mempunyai keinginan berkahwin tetapi tidak sanggup menyediakan mahar dan nafkah tidak digalakkan berkahwin, kata AI-Syafiyyah, sunat tidak berkahwin bahkan hendaklah berpuasa kerana puasa itu penahan keinginan. Demikian juga orang yang tidak mempunyai keinginan dan hendak menumpukan perhatian kepada ibadah tidak digalakkan berkahwin. Ulama berselisih pendapat mengenai orang yang tidak mempunyai keinginan yang mampu menyediakan makan dan nafkah dan tidak pula hendak menumpukan seluruh hidupnya kepada ibadat sahaja. Menurut satu pendapat, tidak disunatkan. Menurut pandapat lain sunat ia berkahwin. Kita dapat melihat dengan jelas bahawa perkahwinan itu hanya digalakkan bagi mereka yang sanggup menunaikan tanggungjawab. Apabila berkahwin, menunaikan tanggungjawab kepada keluarga adalah wajib.

Kewajipan Isteri

Apabila suami sebagai ketua di dalam rumahtangga, maka isteri itu timbalannya yang mempunyai tugas dan tanggungjawab tertentu. Di antara tanggungjawab isteri ialah:

1. Bergaul dengan suami secara baik. Menuiut ulama Mazhab As-Shafie, wajib bagi isteri menggauli suaminya dengan baik.

2. Mengendalikan kerja-kerja rumah. Menurut riwayat Janzani, Rasulullah s.a.w menentukan kewajipan anaknya Fatimah mengurus rumah dan Ali mengurus kerja-kerja di luar rumah. (AI Mar'ah fi Tasawwuri Islam, m.s 105, oleh Abdul Muta'al AI Jibry).

3. Berhias untuk suami. Isteri hendaklah sentiasa berada di hadapan suami dalam keadaan menarik dan kemas. Dengan itu suami menjadi terhibur ketika di sampingnya. Tugas ini tidak dapat dilaksanakan dengan baik oleh isteri kecuali mereka yang faham dan benar-benar perihatin.

4. Pujuk memujuk adalah penting dalam kehidupan rumahtangga. Ibn al-Aswad AI-Dualy berkata kepada isterinya: "Apabila kamu melihat aku marah, tenangkanlah aku. Apabila aku melihat kamu marah. Aku pula menenangkan kamu. Jika tidak janganlah kita bersama-sama. "

5. Isteri hendaklah taat kepada suami. Di dalam sesuatu tindakan, jangan sekali-kali membelakangkan suami, kerana dia ketua rumah-tangga. Jika hendak keluar rumah mestilah mendapat izin dari suami terlebih dahulu. Isteri pula hendaklah memahami tugas dan kewajipan suami di luar. Sekiranya ke@a itu untuk Allah S.W.T. dan RasuINya, ia mestilah menyokongnya, memberi galakan dan semangat dan menasihatinya supaya tidak berputus asa.

6. Wanita hendaklah sentiasa menjaga kehormatan diri dan nama suami. Wanita yang menjaga kehormatannya dianggap oleh Rasulullah S.A.W. sebagai wanita yang baik dan patut menjadi ukuran bagi lelaki yang hendak memilih isteri. Inilah di antara kewajipan isteri terhadap suami. Apabila setiap pihak menunaikan tanggungjawab, akan berkembanglah mawaddah atau kasih sayang. Batas-batas dan tanggungjawab suami isteri ini ditetapkan oleh Islam sebagai peraturaif yang bertujuan mengukuhkan kehidupan dan hidup di dalam suasana ibadah kepada Allah S.buat. Rumahtangga akan hancur jika sekiranya setiap pihak mengabaikan tanggung-jawabnya. Dengan mengamalkan prinsip agama dengan betul, akan wujudlah keluarga bahagia yang merupakan tahap pertama pembentukan masyarakat Islam.

Masyarakat Islam
Untuk mengakhiri perbincangan kita ini elok juga ditinjau sikap umat Islam hari ini terhadap perkahwinan. Sejak kejatuhan umat Islam dari memegang teraju kepimpinan manusia, dengan kemunculan tamadun barat, ajaran Islam diusahakan supaya lenyap sedikit demi sedikit daripada kehidupan kaum muslimin. Paling tidak ia dikelirukan sehingga masyarakat Islam mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara kesamaran. Kejahilan umat Islam teihadap agamanya, bukan kerana serangan daripada barat sahaja. Keruntuhan personaliti juga turut terlibat sehingga kecintaan kepada ilmu dan kegigihan mempelajarinya menjadi bertambah malap.

Akhlak yang baik dan nilai-nilai yang mulia beransur-ansur menjadi layu dengan kemaraan nilai-nilai songsang. lah mudah sahaja memenuhi kekosongan dan menguasai kelemahan yang sudah merata di kalangan masyarakat. Keadaan yang disebutkan di atas mempengaruhi sikap masyarakat Islam dalam segenap kehidupan iaitu politik, ekonomi dan sosial, khususnya dalam kehidupan keluarga yang menjadi tajuk pembicaraan kita. Dengan lain perkataan, suasana pembentukan keluaiga hari ini dan kelemahan-kelemahan yang teidapat di dalamnya, bukanlah semata-mata hasil daripada serangan nilai-nilai songsang tetapi juga kerana kelemahan yang sedia wujud dalam masyarakat Islam setelah berlakunya krisis personaliti Islam dan kerenggangan nilai-nilai Islam daripada kehidupan.

Walaupun pada umumnya masyarakat kita masih menganggap perkahwinan itu suatu ikatan suci, tetapi minat untuk mempertahankan kesucian itu makin berkurangan dengan berkembangnya maksiat dan lumrahnya perzinaan. Lebih-lebih lagi perzinaan yang berlaku di kalangan ora dengan yang sudah beristeri atau bersuami. Kerana itulah maka tujuan perkahwinan untuk menjaga kesucian (Iffah) tidak sangat diperhitungkan oleh banyak kalangan masyarakat kita. Namun begitu, tidaklah boleh dikatakan penyakit ini berjangkit kepada semua lapisan masyarakat kita. Masih banyak lagi di kalangan kita yang tetap memeliharaiffah ini dan mempertahankannya. Masyarakat kita belumlah sampai kepada peringkat kerosakan seperti masyarakat barat.

Tetapi jika sekiranya tidak diawasi dan langkah-langkah berkesan tidak diambil, tidak mustahil perkembangan yang meruntuhkan itu akan turut menyerang dan melanda masyarakat kita. Bersekedudukan adalah akibat pembahan sikap terhadap perkahwinan. Perkembangan ini jika dibiarkan akan menggugat kesucian ikatan perkahwinan dan meletakkan institusi keluarga dalam keadaan yang tidak dikawal oleh peraturan dan nilai-nilai akhlak. Perkembangan ini sebenarnya mempakan masalah yang sangat serius yang tidak boleh dihadapi oleh mahkamah semata-mata., tetapi selunih masyarakat adalah terlibat di dalam usaha mencegahnya dan kekuatan masyarakat dalam menolak perkembangan ini adalah lebih berkesan daripada hukuman mahkamah.

Untuk mempertahankan kesucian perkahwinan dan keutuhan institusi keluarga yang mempunyai peraturan yang membawa kepada kesejahteraan, nilai-nilai Islam hendaklah diperkukuhkan dalam masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini masyarakat Islam perlu membina kembali personaliti Islam supaya bertambah kukuh. Pengetahuan mengenai Islam hendaklah disebarkan dengan seluas-luasnya dan gerakan dakwah hendaklah diperhebatkan.

Masyarakat Islam hendaklah menyedari bahawa institusi keluarga dan syariat perkahwinan wajib dipertahankan kerana punca terbesar keruntuhan sesuatu masyarakat berpunca daripada kehancuran institusi keluarga dan sikap terhadap perkahwinan. Apabila keluarga telah runtuh tanggungjawab memelihara dan mengawal rakyat terserah kepada pemerintah. Sedangkan bagaiinana cekap sesebuah kerajaanpun ia tidak berupaya menjalankan tugas-tugas keluarga seperti memelihara, mendidik dan memberi kasih sayang kepada anak-anak. Tanpa didikan yang sempuma dan biinbingan yang wajar, anak-anak ini akan menjadi generasi yang pincang.

Kesimpulan

1 . Perkahwinan adalah cara hidup semula jadi manusia dan asas perkembangan masyarakat secara tersusun dan teratur. Peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Islam adalah menjamin penerusan perkembangan masyarakat secara sihat dan tersusun demi kesejahteraan ummat.

2. Perkahwinan adalah ikatan suci yang wajib dipertahankan dan merupakan pembaha hendak berpoligami atau tidak, pertimbangan yang adil hendaklah diberikan di samping tujuan dan roh berpoligami itu tidak dirosakkan. Dalam hal ini keharusan yang diberikan oleh Islam bukan bermakna galakan atau kebenaran yang boleh dilakukan sewenang-wenangnya. Keharusan berpoligami bertujuan membela orang-orang yang tidak bernasib baik di dalam masyarakat. Berpoligami yang membawa kepada mengabaikan tugas terhadap anak-anak dan isteri adalah bertentangan dengan kehendak ketaqwaan.

3. Perancangan keluarga dalam pengertian menghadkan kelahiran anak tidak dapat diterima oleh Islam. Tetapi perancangan keluarga dalam pengertian memberi layanan lebih baik kepada keluarga, meningkatkan mutu kesihatan dan keselesaan hidup serta meningkatkan penglibatan teihadap amalan-amalan yang bermoral, adalah wajib di dalam Islam.

Siapa Anda Dalam Kehidupan Berkeluarga
Kita telah menjelaskan bahawa untuk memastikan suatu masyarakat itu berada dalam keadaan sihat dan harmoni, setiap keluarga yang lahir daripada masyarakat itu perlu dibina dengan kukuh kerana ia sebagai asas tertubuhnya sesebuah masyarakat. Kita akan membicarakan siapakah yang tergolong dalam keluarga atau apakah ia definisi keluarga yang wujud dalam sistem kehidupan Islam. Adakah keluarga itu terdiri daripada suami, isteri, ibu, ayah, anak atau lebih jauh daripada itu?

Definisi keluarga dalam Islam adalah berbeza dengan definasi keluarga agama-agama lain. Di dalam Islam orang-orang yang ten-nasuk dalam takrif keluarga adalah seperti yang terdapat dalam sistem Faraid. Cuma di sana ada keluarga yang hampir dan ada keluarga yang jauh.

Oleh itu orang yang termasuk dalam keluarga ialah: - Suami isteri - Datuk, nenek dan seterusnya - Ayah, datuk dan seterusnya - Anak, cucu dan seterusnya - Adik beradik dan zuriatnya - Ayah saudara, ibu saudara dan zuriatnya - Lain-lain Setiap individu dalam keluarga mempunyai hak, peranan dan tanggungjawab. Hak seorang tidak harus diketepikan dan setiap orang boleh menuntut haknya dengan sempuma. Misalnya, hak anak mendapat pusaka daripada ayah dan ibunya, hak isteri mendapat perlindungan daripada suami, hak wanita menentukan calon suami dan sebagainya.

Setiap individu dalam keluarga mempunyai hubung kait antara satu sama lain. lah tidak boleh hidup bersendirian tanpa mengambil kira orang lain. Hubungkait ini adalah termasuk dalam berbagai aspek-aspek kehidupan seperti di dalam melakukan kebaikan atau kejahatan, usaha untuk memperolehi kesenangan, menjaga nama baik keluarga dan sebagainya. Sebagai contoh, apabila seseorang itu mencipta rekod cemerlang dalarn hidupnya seperti menjadi seorang pemimpin yang dihormati, masyarakat akan menyebut si pulan itu adalah keluarga si pulan itu. Begitu juga jika rekod yang dicipta itu tidak baik, masyarakat akan mengaitkan juga nama keluarganya.

Contoh yang lain, apabila seseorang itu berjaya dalam hidupnya menjadi seorang yang kaya atau hartawan. Orang ini hendaklah ineinbantu keluarganya yang miskin. Bagi memastikan kehidupan keluarga berjalan dengan teratur dan harmoni, Islam menggariskan dengan terperinci peranan dan tanggungjawab seseorang sebagai ahli keluarga.

Di dalam Islam keluarga bermula dengan suami dan isteri. Dari sinilah keluarga itu mula berkembang. Selepas itu lahirlah anak. Di sana ada ibu dan ayah mertua, ipar duai, keluarga sebelah suami, sebelah isteri dan sebagainya. Peranan ahli keluarga Bagaimana seseorang itu berperanan dalam hidup berkeluarga. Islam telah mengaturnya dengan lengkap dan terperinci. Seseorang itu perlu memahami dan melakukannya dengan penuh rasa tanggungjawab. Suami, isteri, ibu dan ayah, masing-masing mempunyai tanggungjawab yang berbeza. Pembahagian tanggungjawab ini diatur sedemikian rupa supaya wujud suatu disiplin hidup dalam keluarga itu.

Dengan itu tidak ada perebutan tugas atau tolak menolak dalam menjalankan tugas masing-masing. Oleh sebab itu keluarga muslim yang benar-benar mematuhi disiplinnya akan hidup aman, tenteram, tenang, gembira dan harmoni. Di dalam Islam, suami atau bapa diberi peranan sebagai ketua keluarga. Dia wajib memimpin keluarganya ke jalan yang diredai Allah. Isteri dan anak-anak dikehendaki taat sepenuhnya kepada suami atau bapa. Menyediakan sara hidup juga adalah tanggungjawab ketua keluarga. Peranan yang diberikan kepada ketua keluarga ini tidak boleh disalahgunakan. Dia hendaklah bertindak sebagai penyelamat, bukan bertindak sewenang-wenangnya. Seorang suami atau bapa hendaklah berilmu, jujur, ikhlas, berakhlak mulia, berrnoral, bijak, cekap dan tegas dengan kebenaran.

Dia hendaklah berusaha menjadikan suasana damai sentiasa wujud dalam keluarganya. Peningkatan nilai murni di dalam kehidupan isteri dan anak-anak bergantung kepada kualiti suami atau bapa. Isteri pula mempunyai peranan dan tugas yang berlainan iailu melayan dan membelai suami, mengatur rumahtangga, taat kepada suami dan mengasuh serta mendidik anak-anak menjadi insan bertaqwa. Anak wajib taat sepenuhnya kepada ibu dan ayah dalam batasan yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah, menghormati yang lebih tua, menjaga nama baik keluarga, tidak mengecilkan hati orang tua, memberi tumpuan kepada pelajaran, menjauhkan diri daripada pergaulan yang merosakkan dan seumpamanya.

Ibu mertua pula hendaklah sentiasa berusaha untuk mewujudkan suasana dan hubung baik dengan menantu dan keluarganya. Hubungan antara mertua dan menantu biasanya sangat sensitif. lah perlu kepada perhatian khusus dan sifat berhati-hati. Jika perasaan salah seorang tersinggung, boleh menyebabkan kerenggangan di dalam keluarga. Beberapa peranan yang dihuraikan di atas sudah cukup sebagai penjelasan bahawa setiap individu dalam keluarga mempunyai peranan yang berlainan. Antara satu sama lain ada hubung kait yang rapat di mana setiap orang tidak boleh melepaskan diri daripada yang lain. Misalnya seorang anak apabila bertindak di luar batasan, dia akan menyusahkan dan merisaukan orang tua. Bahkan lebih jauh dari itu dia akan menjejaskan nama baik keluarga.

Demikian juga perlakuan di luar batasan ini, walaupun ia dilakukan oteh keluarga yang jauh, tetap mernberi kesan kepada nama baik keluarga tersebut kerana definisi keluarga bagi okang Islam amat luas.

Kenal Pasti Diri Dan Tingkatkan Usaha
Seseorang itu perlu mengenali dirinya, siapakah dia dalam keluarga, sebagai bapa? isteri? ibu? anak? sepupu? datuk? mertua dan sebagainya. Dari semasa ke semasa perlu menyoal diri, sudahkah berfungsi sewajarnya? Sudahkah menjalankan tanggungjawab? Adakah beraksi sebagai penyumbang atau beban kepada keluarga? Sebanyak mana sumbangan dan pengorbanan telah dilakukan demi kepentingan keluarga. Banyak lagi aspek-aspek lain yang perlu dipersoalkan. Kunci penting, bagi hubungan yang kukuh sentiasa wujud di kalangan anggota keluarga, ialah rasa tangguizgjawab dan kasih sayang.

Kalau tanggungjawab semata-mata ia akan menjadi kering dan tandus. Kalau semata-mata kasih sayang, ia boleh berubah. Maka dari itu perlu hubungan itu diwujudkan dengan rasa tanggungjawab dan penuh rasa kasih sayang. Dengan campuran ini semoga kehidupan keluarga menjadi taman indah yang didiami oleh insan-insan yang berupaya menilai dan menjaga keindahan dan keharmonian taman. Hubungan yang baik hanya akan wujud jika sekiranya satu konsep pegangan atau aqidah yang kuat terhadap Allah terbukti dengan mengambil berat segala perintah-Nya.

Dalam rumahtangga tidak ada pengawal peribadi yang mengawal seseorang sebagaimana kawalan di jalan raya. Kepatuhan kepada Allah sahaja yang dapat mengawal tindak tanduk manusia. Di sini jelas kepada kita agama memainkan peranan penting dalam kehidupan insan. Tanpa agama manusia akan sengsara walaupun mereka hidup dalam mahligai emas dan perak. Ia adalah perkara utama yang mesti diberi perhatian dalam membangun kehidupan sesebuah keluarga.

Ciri-ciri penting
Beberapa ciri penting adalah mustahak untuk menjadi pegangan setiap individu di dalam kehidupan berkeluarga yang mesti diberi perhatian setiap masa:

1. Sedari diri bahawa anda salah seorang ahli keluarga yang ada peranan, kewajipan dan tidak boleh melepaskan diri daripadanya.

2. Sentiasa baharui azam untuk meningkatkan pengetahuan agama, syaksiah, ilmu pengetahuan ke arah melahirkan insan berkualiti.

3. Suburkan sifat-sifat mahmudah dan kurangkan sifat-sifat mazmumah dalam amalan hidup sehari-hari.

4. Hidupkan sembahyang berjemaah, banyakkan membaca al-Quran dan hidupkan salam di kalangan keluarga.


PENUTUP

Peranan anda atau setiap individu dalam keluarga adalah sangat penting. Anda dan keluarga tentunya ingin bahagia dunia dan akhirat. Mereka yang berbahagia ialah mereka yang beriman, sentiasa beramal salih dan sentiasa menjadi manusia penyumbang. Bahagia sebenarnya ada dalam hati dan perasaan manusia. Oleh itu sucikanlah hati, tingkatkan iman dan jadilah insan yang bertaqwa. Reproduced from a booklet published by Islamic Advancement Department of Malaysia (JAKIM).

::sumayyah::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:36 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket

SUMAYYAH Khayyat adalah wanita pertama syahid pada jalan Allah sebelum hijrah. Pengorbanan beliau adalah simbol kebesaran Islam dan menjadi teladan kepada semua umat.Sumayyah hidup sebatang kara dan menjadi hamba kepada Abu Huzaifah al-Mughirah, hartawan Bani Makhzum yang terkenal. Beliau adalah isteri kepada Yasir, pedagang yang datang ke kota Makkah untuk mencari saudaranya yang hilang.

Saudara yang dicari Yasir tidak ditemui lalu dia mengambil keputusan untuk terus menetap di kota Makkah kerana terpegun dengan kemakmuran di situ. Namun disebabkan kehidupan di kota Makkah yang mengutamakan hidup bersuku-suku, Yasir akhirnya meminta perlindungan daripada Bani Makh-zum. Kemudian, Yasir ditempatkan di bawah jagaan Abu Huzaifah yang turut menjaga Sumayyah.

Akhirnya, Yasir dikahwinkan dengan Sumayyah dan pasangan itu dikurniakan dua cahaya mata iaitu Ammar dan Ubaidullah. Lama-kelamaan, kedua-dua anak mereka meningkat dewasa, manakala umur Sumayyah serta suaminya pula kian bertambah.

Pada permulaan Islam, dakwah Islamiah yang dibawa Nabi Muhammad menarik perhatian segelintir masyarakat Arab Jahiliah. Sinar Islam yang dibawa Nabi Muhammad turut membuatkan salah seorang anak Sumayyah, Ammar untuk mendalaminya.

Justeru, beliau memeluk Islam lebih-lebih lagi selepas tertarik dengan ajarannya yang tidak membezakan darjat antara manusia. Sesudah itu, Ammar berusaha menyebarkan dakwah Islam kepada keluarganya lalu akhirnya mereka turut memeluk Islam tanpa syak wasangka.

Bagaimanapun, sikap golongan Quraisy yang rata-rata menyembah berhala agak lantang terhadap Islam. Mereka memusuhi Islam yang dibawa Rasulullah dan menyeksa mana-mana individu yang memeluk agama itu.

Mereka amat berharap agar kaum Muslimin kembali kepada agama nenek moyang. Walaupun diugut oleh golongan Musyrikin, Sumay-payah langsung tidak gentar sebaliknya menegaskan kebenaran Islam yang dianutinya. Baginya, pilihan itu adalah tepat dan benar.

Peristiwa Sumayyah memeluk Islam turut diketahui Bani Makhzum. Akibatnya, Sumayyah dan ahli keluarganya ditangkap serta diseksa termasuk dijemur di bawah pancaran cahaya matahari.

Mereka diseksa dengan kejam tanpa belas kasihan daripada orang kafir itu. Seksaan Sumayyah lebih teruk lagi di mana beliau ditabur dengan pasir yang panas dan diletakkan batu besar di atas tubuhnya.

Namun, keimanan beliau kepada Allah mengatasi segala-galanya dan beliau tidak pernah merintih kesakitan. Sebaliknya, perkataan yang keluar dari mulut beliau hanya ‘Ahad! Ahad! Ahad!’ (Allah Yang Satu)’.

Keadaan itu menambahkan lagi kemarahan Bani Makhzum dan mereka terus menyeksa Sumayyah agar kembali kepada agama asal. Sumayyah dan keluarga tetap tidak berganjak daripada keputusannya walaupun diseksa dengan kejam.

Semua penduduk Makkah menyaksikan penyeksaan itu, namun tidak ada yang mampu berbuat apa-apa kerana takutkan ancaman Bani Makhzum. Rasulullah yang melintasi tempat itu bersimpati dengan nasib Sumayyah dan keluarganya. Lalu Baginda bersabda: “Bersabarlah keluarga Yasir. Sesungguhnya janji kamu nanti adalah di syurga”.

Kewibawaan Sumayyah kian terserlah sebaik saja mendengar kata-kata Rasulullah. Iman beliau kian bertambah kerana janji yang diucapkan Baginda adalah benar. Lagi pun Sumayyah hanya seorang wanita dan tidak mampu menghalang seksaan itu, namun beliau tetap tabah menghadapinya.

Sesungguhnya, ketabahan yang ditonjolkan Sumayyah amat mengagumkan umat Islam. Malah, Bani Makhzum berasa tercabar dengan ketabahan beliau dan merasa amat benci.

Kemudian, Abu Jahal, terus memujuk Sumayyah agar kembali ke agama asal mereka namun ia tidak diendahkan Sumayyah. Kata-kata yang disebut Sumayyah melukakan hati dan menghilangkan kesabaran Abu Jahal lalu menikam pangkal dada Sumayyah dengan pedangnya tanpa perasaan simpati.

Sumayyah akhirnya terkorban dan peristiwa berkenaan disaksikan seluruh penghuni kota Makkah ketika itu. Suaminya, Yasir turut terkorban selepas kematian Sumayyah.

Syiar Islam yang dipegang oleh Sumayyah melambangkan kebenaran dan kebesaran Allah. Selepas kematian Sumayyah, orang Islam di kota Makkah berhijrah ke Madinah dan membuka era baru dakwah Rasulullah.

Pembunuh Sumayyah iaitu Abu Jahal akhirnya menemui ajal dalam Perang Badar selepas bertarung dengan tentera Islam. Sesungguhnya, peristiwa kematian Sumayyah adalah lambang pengorbanan sejati dan menjadi semangat kepada seluruh umat Islam.

::muslimah sejati aspirasi ummah::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:31 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket

MUSLIMAH SEJATI

Muslimah sejati akan menghiasi keperibadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni. Fitrah kasih sayang tersimpan dalam perasaannya yang halus sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insaniah. Jika sentiasa dijaga dengan didikan syariah, mereka akan menghiasi taman syurgawi di akhirat nanti.

Alangkah indahnya dunia ini jika dihiasi muslimah solehah yang berpegang teguh dengan ajaran Islam dan menghiasi bibirnya dengan perkataan yang mulia dan berzikir. Hatinya tunduk dan patuh dengan perintah Allah dan menjalankan kewajipan insani sesuai dengan ketentuanNya. Muslimah sejati bagaikan bunga yang mekar menguntum menceriakan suasana dan taman-taman.

Personaliti wanita idaman bagaikan kiambang bertaut setelah biduk berlalu. Betapapun cabaran dan dugaan yang mesti ditempuh, namun kebulatan tekad menyatukan kembali hasrat kebenaran di dalam nurani. Ketaatannya menyejukkan kalbu, bagaikan titisan embun di pagi yang dingin sehingga menjadi suri teladan generasi yang akan datang.

Perhatian Islam terhadap wanita tidak sekadar melepaskannya dari lembah bernoda menuju kedudukan yang mulia. Namun lebih daripada itu, wanita diberikan keistimewaan dalam merealisasikan fantasi dan impiannya. Anugerah keringanan dan keistimewaan itu memberikan
keselesaan kepada wanita dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya.

WANITA YANG DIKASIHI

Wanita bagaikan permata yang lama terkubur di lembah kejahilan. Kehidupannya kembali mewangi ibarat sekuntum bunga yang mekar setelah disinari cahaya oleh insan yang berbudi luhur. Rasulullah telah mengangkat darjat wanita ke tahap yang paling tinggi, sehingga pengorbanan wanita selalu dikenang oleh setiap insan, kelembutannya menyejukkan hati bila memandang.

Tiada seorang wanita pun yang ingin diseksa dengan penuh kehinaan lantaran dosa yang dikerjakan. Namun ramai wanita yang suka mendedahkan aurat, melakukan dosa-dosa lain yang menyebabkan ia menjadi penghuni neraka. Hanya wanita yang memahami hakikat kewanitaannya akan menghargai dirinya sendiri dan membimbing dirinya ke jalan yang diredhai Allah.

WANITA SOLEHAH

Wanita solehah merupakan calon penghuni syurga, menjadi dambaan insan yang beriman bagaikan teratai mekar di tasik madu. Keindahan akhlaknya memancarkan keluhuran nurani, menyejukkan hati dan penyeri budi pekerti. Ucapannya menepis fitnah dan kemungkaran, membuahkan hikmah umpama senandung rindu syair keinsafan.

Setiap nasihat dan wasiat yang disampaikan Rasulullah menjadi pelita dalam kehidupan seorang wanita solehah. Buaian nafsu dan kenikmatan dunia bagaikan biasan cahaya yang tidak meninggalkan bekas dalam sanubarinya. Kezuhudannya tersimpan rapi dalam mahligai impian untuk dinikmati dalam taman-taman syurgawi.

Semoga menjadi pedoman wanita yang ingin menjadi remaja cemerlang, isteri solehah, dan ibu yang penyayang, insya Allah.

::tanggungjawab sebelum berumahtangga::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:26 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket

Untuk menolong kita didalam usaha-usaha membina rumah tangga yang Islami,Islam telah memberikan petunjuk kepada kita. Diantaranya adalah:

SATU: Pernikahan kita haruslah karena Allah.

Yaitu bertujuan untuk:
-membina sebuah rumah tangga yang Islami-melahirkan keturunan yang soleh-membina keluarga yang sanggup memikul amanah dan dapat melaksanakan kewujudan hidayah Allah sehingga hidayah tersebut akan terus berlanjutan.

DUA: Pernikahan ditujukan untuk menjaga pandangan & kehormatan kitasehingga kita betul-betul bertakwa kepada Allah. Rasulullah SAW telahbersabda:

"Allah berhak menolong tiga golongan: orang yang berjihad di jalan Allah,hamba mukatab yang ingin membayar harga tebusannya, dan orang yang menikah dengan tujuan untuk dapat memelihara kehormatan dirinya." (hari Tirmidhi, Ibn Hibban, dan Al-Hakim).

Sabda Rasulullah SAW yang lain:

"Barang siapa yang menikah bererti dia telah menyempurnakan sebahagian agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah yang merupakan sebahagian lainnya lagi." (hari al-Baihaqi)

TIGA: Kita haruslah bijak dalam memilih pasangan hidup yang akan menjadi teman hidup kita yang diharapkan dapat seiring dan sejalan. Ini memerlukan usaha yang sungguh-sungguh. Rasulullah SAW telah bersabda:

"Pilihlah (yang terbaik) untuk keturunanmu karena (kegagalan dari) satu
generasi akan menuju kepada krisis." (hari Ibnu Majah dan Abu Mansur)

EMPAT: Kita hendaklah memilih pasangan hidup yang memiliki akhlak yang baik & berpegang teguh kepada agama, jadi kekayaan dan wajah bukanlah ukuran utama.

Sabda Rasulullah SAW:

"Janganlah kamu menikahi wanita kerana kecantikannya; boleh jadi
kecantikannya itu akan membuat mereka hina. Janganlah kamu menikahi wanita kerana hartanya; boleh jadi hartanya itu akan membuat mereka zalim. Tapi nikahilah mereka kerana agamanya. Wanita hamba sahaya yang tuli namun beragama adalah lebih baik." (hari Ibnu Majah)

LIMA: Kita harus menjauhkan diri dari melanggar perintah Allah & menjauhi kemurkaan Allah serta azabnya. Seperti yang disabdakan oleh
Rasulullah s.a.w:

"Siapa yang menikahi wanita kerana ketinggian kedudukannya, pernikahan itu tidak akan membawa sesuatu kepadanya kecuali kehinaan. Barangsiapa menikahi wanita kerana hartanya maka itu tidak akan menambah sesuatu kepdanya kecuali kemiskinan. Barangsiapa yang menikahi wanita kerana keturunannya, perkawinan itu tidak akan menambah sesuatu kepadanya kecuali hina dina. Dan barang siapa yang menikahi wanita dengan tujuan agar dapat menahan pandangannya, memelihara kehormatannya atau menghubungkan silaturahim, Allah akan memberikan berkah kepadanya bersama wanita itu dan memberikan berkah kepada wanita itu bersamanya." (hari Abu Nuaim)
wallahualam...

::untungnya mencintai Allah::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:10 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket
Menjadikan Tuhan sebagai cinta agung adalah jaminan kebahagiaan dan keselamatan hidup dunia dan Akhirat.Roh semulajadi manusia ingin disayangi dan menyayangi, ingin dikasihi dan mengasihi serta ingin dicintai dan mencintai. Perasaan sayang manusia tiada terhad sesama insan semata tetapi meliputi semua makhluk sama ada yang bernyawa sayang pula diberi hanya sesama manusia, tidak kepada benda. Ini yang membezakan di antara 'sayang' dengan 'kasih sayang'. Manakala perasaan cinta pula walaupun tidak salah diberikan sesama makhluk tetapi cinta paling agung hanya layak diberikan untuk Tuhan.

Menyintai atau ingin dicintai oleh manusia bukanlah kemuncak cinta atau cinta agung, kerana cinta sesama manusia tidak kekal. Paling lama sekadar tempoh masa kita masih hidup. Bahkan sering berlaku dalam sebahagian perjalanan usia kita lagi, iaitu sebelum kita mati, cinta itu telah pudar atau terungkai sama sekali. Cinta yang diagung-agungkan dan dipuja-puja itu hancur berkecai.

Di sini barulah kita sedar bahawa cinta kepada makhluk atau cinta daripada makhluk bukanlah cinta yang hakiki atau sejati. Itu hanya cinta sementara waktu. Kita sahaja yang menyangka cinta itu sejati dan sampai ke hujung. Rupa-rupanya dalam perjalanan umur, cinta kita kepada orang lain atau cinta orang lain kepada kita, dengan sendirinya dia ataupun kita sendiri yang mengungkainya semula atas sebab-sebab yang berrnacam-macam.

Oleh kerana itulah, mencintai makhluk selalu mengecewakan kita sekalipun bukan satu kesalahan. Jadi jangan meminta, menagih atau mengharapkan sangat untuk mencintai manusia atau dicintai oleh manusia walaupun is tidak salah. Cinta itu tidak abadi.

Sebaliknya berilah dan terimalah cinta yang kekal abadi. Itulah cinta agung namanya. Iaitu cintakan Allah yang Maha Agung. Inilah cinta yang hakiki, yang sejati, yang kekal abadi dan membawa kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di Akhirat.

Cintakan Allah ini tiada tandingan dan bandingannya. Cinta ini jika berjaya diperolehi adalah cinta yang paling memuaskan dan menenangkan. Buahnya paling menghiburkan dan paling membahagiakan. Tetapi malangnya cinta yang hakiki dan agung ini jarang orang ambil perhatian. Jarang orang memburunya seperti cinta-cinta murahan yang lain. Mungkin daripada jutaan manusia, hanya seorang yang memburunya.

Kalau seseorang itu telah mencintai Allah, walaupun seluruh makhluk memusuhinya atau membencinya, namun dia tetap mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Sebalikriya cinta kepada makhluk tidak akan membawa manusia kepada kebahagiaan sejati dan kekal abadi, selagi cinta hakiki lagi agung daripada Allah itu tidak dimiliki. Sebab itulah orang yang beriman dengan Allah dan mentaatiNya sentiasa tenang walaupun di dalam kesusahan dan ujian.

Oleh yang demikian, kalau kita tidak dapat memiliki cinta daripada manusia, usahlah bersedih hati kerana cinta itu tidak abadi. Pun tidak hakiki dan sejati. Kalau begitu, cari dan burulah cinta yang agung, iaitu Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Beruntungnya sesiapa yang menjadikan Tuhan sebagai cinta agungnya.

Sesiapa yang menjadikan Tuhan sebagai cinta agungnya, amat beruntunglah hidupnya di dunia dan Akhirat. Di antara keuntungan yang diperolehinya ialah:

1. Tiada kecewa

Seseorang itu tidak akan kecewa dalam percintaannya merebut cinta agung. Seandainya semua makhluk di bumi dan langit berlumba-lumba merebut cinta Tuhan, tidak ada siapa yang akan kecewa bahkan Maha Kuasanya Tuhan dapat membalas cinta semua makhluk-makhlukNya serentak dari yang sekecil-kecilnya hinggalah yang sebesar-besarnya. Tiada siapa yang akan kecundang dan kecewa dalam perebutan mencari cinta agung.

2. Tiada saingan

Tidak akan berlaku saingan, pertarungan, permusuhan atau peperangan dalam mencari cinta Tuhan. Sebaliknya dalam perebutan mencari cinta dunia sama ada cinta manusia, biasanya akan berakhir dengan permusuhan dan akan ada yang kecewa dan menderita.

3. Mendapat ketenangan dan kebahagiaan

Mendapat cinta Tuhan akan membuahkan ketenangan, kedamaian, keamanan dan kebahagiaan yang hakiki. Jiwa lapang, hati senang dan tenang. Bahkan kesengsaraan, kesakitan atau penderitaaan dalarn usaha meraih cinta agung itu pun sudah merupakan sebahagian daripada kebahagiaan. Kadangkala hati resah, cemas dan bimbang apakah cintanya terhadap Tuhan itu berbalas. Dalam keresahan cemas dan bimbang itu terubat pula dengan keyakinan bahawa Tuhan itu Maha Luas RahmatNya. Maka di situ pula bertambah lagi ketenangan. Sesekali terasa diri lemah, dhaif dan lalai, tertebus pula dengan pengaduan serta bermanja-manja dengan Allah SWT yang Maha Pengasih. Bertambah pula mendalamnya rasa kehambaan. Sebaliknya merebut cinta dunia akan menimbulkan keresahan dan tiada ketenangan di jiwa. Walaupun dunia yang dicintai itu sudah ada di tangan, namun fikiran masih kusut.

Mereka yang gagal mendapat dunia yang dicintai dan diburunya itu pula sudah rarnai yang sakit jiwa dan berputus asa. Bahkan ada yang sanggup bunuh diri kerana kecewa dalam percintaan yang tidak kekal itu.

4. Dapat kawan dan perpaduan

Bersama-sama mencari Tuhan membawa manusia berukhuwah dan berkawan. Walaupun manusia itu dari berlainan latar belakang, bangsa, pangkat, kedudukan malah jika pernah menjadi musuh sekalipun, namun di dalam perjuangan merebut cinta Tuhan, secara automatik setiap hati manusia itu akan terikat satu sama lain. Kerana masing-masing sedang dalam perlumbaan mencari cinta yang satu iaitu cinta yang hakiki. Sebaliknya pertarungan dalam merebut cinta dunia akan mengakibatkan ukhwah dan persahabatan makin jauh dan terbarai. Akhirnya akan membawa kepada pecah belah dan permusuhan.

5. Menghilangkan mazmumah

Mencari cinta Tuhan dapat membantu menghilangkan mazmumah. Mazmumah adalah sifatsifat keji yang terdapat dalam diri manusia seperti hasad, dengki, sombong, ego, tamak, gila dunia dan lain-lain. Mazmumah dapat merosakkan segala kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwa seseorang insan. Perlumbaan mencari cinta Tuhan adalah salah satu proses paling berkesan dalam usaha seseorang manusia meruntuhkan mazmumah di dalam jiwa.

Sebaliknya, merebut cinta dunia akan menebalkan mazmumah. Hasad dengki pasti akan berlaku dan ia bagaikan siraman baja yang menyuburkan lagi pohon mazmumah dalam diri manusia.

6. Disenangi oleh orang

Mengejar cinta Tuhan orang akan suka dan rasa senang. Tiada siapa yang akan rasa tercabar atau tergugat dalan pertarungan merebut cinta Tuhan Orang yang berusaha merebut cinta agung akan disenangi semua makhluk. Manusia senang dan sayang padanya dan para malikat juga turut mendoakannya Kerana makin ramai yang merebut mencintai Tuhan, semakin mendorong kepada tercetusnya keamanan, ketenangan dan kebahagiaan.
Sebaliknya di dalam sesuatu pertarungan atau perebutan lebih-lebih lagi perebutan cinta dunia, ramai yang tidak senang dan makin dibenci orang. Semakin sengit perebutan dunia, makin bertambahlah huru-hara dan porak-peranda hidup.

7. Tidak akan kesepian atau keseorangan

Memburu cinta Tuhan tidak akan keseorangan dan kesepian. Biarpun tiada kawan bersama, kita tidak akan rasa kesunyian dan ketakutan kerana Tuhan yang menjadi cinta agung sentiasa ada bersama. Malah Tuhan bukan sekadar boleh memerhati, bahkan boleh menjaga dan melindungi kita. Malah di waktu kita tidur, di kala kekasih yang paling hampir dan paling kita cintai pun tidak mampu untuk menjaga kita. Tuhan boleh menjaga dan mengawal kita kerana Dia tidak tidur.

Meletakkan cinta dan harap pada Tuhan akan membuatkan hati sentiasa rasa tenang dan selamat kerana kita tahu bahawa kita berada di dalam kawalan dan penjagaan satu Zat yang Maha Agung lagi Berkuasa. Sebaliknya, manusia yang menyandarkan diri kepada cinta selain Tuhan, belum tentu makhluk yang dicintainya itu dapat mendampinginya sepanjang masa lebih-lebih lagi menjadi pelindungnya setiap masa.

8. Jalannya luas dan selamat.

Mengejar cinta Tuhan jalannya luas, lapang, selamat dan menyelamatkan, manakala mengejar cinta dunia jalannya sempit, himpit-menghimpit serta memudharatkan. Begitulah beruntungnya sesiapa yang menjadikan Tuhan cinta agungnya dan malang sekali bagi sesiapa yang memburu cinta selain Tuhan.

Memburu cinta selain Tuhan dua kali malang

Masa berjalan begitu laju. Tidak pernah berhenti walau sedetik. Ertinya begitu laju umur kita meningkat, setiap detik umur kita meninggalkan kita. Setiap detik umur kita berkurang. Tetapi hakikat ini jarang kita rasai. Setiap detik, kita makin jauh meninggalkan dunia dan setiap detik jugalah kita makin dekat menghampiri Akhirat. Kalaulah kita cintakan dunia, maka apa yang kita cintai itu makin hail makin jauh terpisah dari kita. Sedangkan Tuhan yang tidak pernah kita cinta makin dekat dengan kita. Alangkah malang dan terseksanya jiwa terpaksa meninggalkan apa yang kita suka dan cinta. Bertambah malang dan terseksa lagi apabila kita akan berhadapan dengan Tuhan yang tidak pernah kita cinta sepanjang hayat kita. Ertinya kita pergi ke Akhirat, mengadap Tuhan tanpa membawa apa-apa. Yang kita cinta hendak ditinggalkan, manakala yang tidak kita cinta, akan berhadapan dengan kita. Maka kita akan berhadapan dengan dua kali penderitaan, iaitu meninggalkan yang kita cinta, hendak bertemu Tuhan.
Roda umur kita makin laju ke hadapan. Dunia yang kita cinta makin jauh kita tinggalkan sedangkan Tuhan yang sepatutnya kita cinta masih jauh dari kita. Aduh, malang sekali nasib kita di sana, negara yang kekal abadi. Kenapa Tuhan perlu dijadikan cinta agung? Setiap makhluk perlu menjadikan Tuhan sebagai cinta agungnya kerana terialu banyak nikmat dan kasih sayang yang Allah limpahkan kepada makhlukNya. Kasih sayang Allah pada makhlukNya boleh dilihat dari dua sudut. Pertama dari sudut ilmu dan kedua dari sudut realiti yang berlaku dalam kehidupan seharian.

i. Dari sudut ilmu
Banyak ayat Quran dan Hadis yang memperlihatkan kasih sayang Allah pada hamba-Nya. Di atas kasih sayang Tuhan itu, wajarlah seorang hamba itu meletakkan cinta agungnya hanya kepada-Nya.

ii. Di sudut realitinya
Dalam realiti kehidupan manusia, kita wajib meletakkan cinta agung kepada Tuhan yang Maha Agung supaya dengan itu kita akan mendapat ketenangan yang agung di dunia dan Akhirat. Ini kerana:

a) Allah itulah Tuhan yang mencipta dan menghidupkan kita serta menjadikan seluruh isi dunia ini untuk kita gunakan, cuma jangan sampai menyalahgunakannya.

b) Dia jugalah Tuhan yang menjadikan Akhirat sebagai tempat tinggal kita yang abadi selepas mati. Dan jika kita ber
iman dengan-Nya, menyembah dan mentaati-Nya serta berbuat balk seperti yang Dia kehendaki; bukan seperti yang kita kehendaki, maka kita akan ditempatkan di dalam Syurga yang nikmatnya tidak dapat kita bayangkan di dunia ini. Tetapi kalau berlaku sebaliknya, maka azab NerakaNya pula yang akan ditimpakan kepada kita yang mana tidak dapat digambarkan penderitaannya. Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari azab yang dahsyat dan pedih ini.

c) Allah jualah yang menciptakan suami untuk berhibur, isteri untuk bersenang-senang dan anak-anak sebagai cahaya mata penyejuk hati. Kalau begitu mengapa kita tidak mencintai Allah, Tuhan yang mengurniakan kita suami, isteri dan anak-anak itu?

d) Sewaktu kita diuji oleh kesakitan maka Allahlah yang menyembuhkan. Diberi kelegaan daripada kesakitan yang kita alami. Dikurniakan ketenangan dan kesabaran ketika berhadapar dengan kesakitan dan kesusahan. Disembuhkan selepas sakit bukankah merupakan satu nikmat Tuhan yang wajib disyukuri?

e) Allah jualah yang memberi rezeki yang tidak terhingga banyaknya yang mana dengan itulah kita dapat makan, minum, berpakaian dan lain-lain. Maka dengan itu selamatlah kita dari lapar, dahaga, telanjang dan sebagainya.

f) Kalau ada masalah atau ujian hidup, kepada Allahlah kita minta penyelesaian. Setiap hamba merasakan dia mempunyai tempat untuk mengadu dan berharap. Ada satu zat yang Maha Agung yang mana setiap hamba boleh menyandarkan segala harapan pada-Nya. Harapan itu pun sudah cukup melegakan. Itu pun sudah memadai untuk menjadikan kita manusia yang tidak berputus asa dan kecewa, harapan ini akan mengurangkan tekanan jiwa.

pergi) Allah menjadikan manusia sebaik-baik makhluk. Lebih mulia dan sempurna dari haiwan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Malah manusia yang bertaqwa lebih mulia dari para malaikat. Manusia dikurniakan akal fikiran yang mana dengannya manusia dapat ilmu dan mampu menguasai makhluk lain walau sebesar dan sekuat mana pun makhluk itu.

h) Allah jugalah yang menggilirkan malam dan slang agar manusia dapat berehat dan bekerja sesuai dengan fitrah semulajadi manusia.

Cukuplah sekadar itu senarai nikmat-nikmat yang besar yang kita terima dari Tuhan. Sebenarnya banyak lagi nikmat Allah pada kita yang kita tidak mampu kita hitung, seperti firman Allah:"Jika kamu ingin menghitung nikmat Allah, nescaya kamu tidak akan dapat menghitungnya."

Berdasarkan hujah-hujah di atas maka sewajarnyalah kita mencintai Allah iaitu dengan cara beriman dan menyembahNya sepertimana yang Dia mahu, bukan sepertimana yang kita mahu. Seterusnya mentaati perintah dan menjauhi laranganNya.

Oleh kerana begitu besar dan agungnya Tuhan dalam hidup kita maka dalam kita berbuat apa sahaja, biarlah bersama Tuhan. Sertakan Tuhan dalam kehidupan, bawalah rasa bertuhan ke mana-mana. Jadikan Tuhan segala-galanya dalam hidup, modal hidup mati kita, aset yang kekal abadi. Mencari Tuhan akan memberi keuntungan dan kebahagiaan kepada kita. Meninggalkan Tuhan, kita akan kecundang. Tuhan adalah harta yang bukan harta yang sangat diperlukan. Selain Tuhan adalah harta yang tidak memberi jaminan. Jika kita memiliki Tuhan hakikatnya kita memiliki segalagalanya manakala kehilangan Tuhan pula adalah kehilangan segala-galanya.

::memelihara kedamaian hati::

^_^ lina mursyidah hamzah at 8:08 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket
Salah satu tanda kepribadian seorang muslim itu adalah berzikir. Kita dianjurkan berdzikir setiap saat, dari bangun hingga tidur kembali. Secara harfiah, arti dzikir adalah mengingat Allah dengan menyebut nama-nama-Nya.

Insya Allah, dengan membiasakan lidah untuk mengucap kalimat-kalimat thayyibah, akan semakin mempertinggi ma'rifat kita kepada Allah swt. Dengan dekat kepada Allah, hati jadi tenang. Berikut ini adalah tujuh kalimat thayyibah yang harus menjadi penghias bibir umat setiap waktu.

1. Bismillahirrahmanirrahim.

Diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. InsyaAllah, jika lidah kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita.

Kalimat ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, termasuk diri kita yang hina ini. Juga setiap perbuatan kita, hendaknya semua berada di garis yang ditetapkan Allah. Dalam sebuah hadis Rasulullah menyatakan, "Bahwa setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan kalimat basmalah, maka perbuatan itu tak berkah."

2. Alhamdulillah

Inti dari ucapan dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur atas kurnia dan rahmat Allah swt. Sesungguhnyalah, pancaran perasaan syukur adalah energi kehidupan yang sangat besar bagi manusia. Mereka yang paling banyak bisa bersyukur, bererti telah memiliki yang terbanyak dibanding orang lain. Mengenai hal ini difirmankan dalam QS. Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah rahmat nikmat-Nya kepada mereka yang mampu bersyukur.

Dengan mengucap kalimat ini setiap selesai melakukan satu pekerjaan, manusia seakan menguatkan keyakinannya bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah. Jika sesuatu itu baik, dirasakan sebagai pertolongan Allah. Jika sesuatu itu kurang baik, tetap disyukuri dengan berkeyakinan bahwa itupun sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Dan manakala seseorang telah terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal yang kecil, maka ketika Allah menganugerahkan nikmat yang sedikit lebih besar, maka kenikmatan yang dirasakan orang tersebut akan berlipat ganda.

3. Astaghfirullah

Difirmankan dalam QS. Ali Imran 135, "Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan."

Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna. Setelah Ia ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah bisa berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan 'ubat' bagi kekhilafan tersebut. Bagi mereka yang pandai meminum ubat ini, maka mereka tak akan terserang penyakit hati yang lebih serius. Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf.

Ummat Islam harus membasahkan bibir mereka dengan istighfar ini, sehingga noda-noda dosa yang sempat menempel sedikit demi sedikit setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin lama noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Maka benarlah bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenari.

Sayangnya, seringkali manusia terlambat menyadari kekhilafannya itu. Untuk menghindari keterlambatan taubat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan zikir ini setiap hari, terutama setelah shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah saw sendiri, yang sudah dijamin ma'shum, (terjaga dari dosa), dalam sehari mengucap istighfar setidaknya 100 kali.

4. Insya Allah

Diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang diikat 100 % hantar manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. Al Kahfi, 23-24).

Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini
diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak menggejala dalam sebagian masyarakat, sehingga membuat banyak orang memandang negatif kalimat ini.

Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan janji yang sudah pasti akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu-waktu bisa membuyarkan rencana.

5. lah Haula walaa quwwata illaa billaah.

Zikir yang merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasanya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang. Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima resiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (Qs Ali >Imran : 159).

6. lah Ilaaha Illallah

Banyak hadis nabi Muhammad yang menyebutkan keutamaan kalimat thayibah ini. Bahkan disebutkan pula sebagai kunci pintu syurga. Dalam prakteknya, masih banyak muslim yang terus menerus melafalkan kalimat ini dalam setiap kesempatan, sayangnya, masih hanya sekedar refleks bibir saja.

Padahal, andai seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena penjabaran arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun bisa dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.

7. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Sungguh benar bahwa manusia adalah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya beradadalam genggaman Nya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu pasti kembali kepada pemiliknya, Allah SWT, tak jarang sulit untuk bisa diterima manusia. Zikir yang diucapkan di saat menghadapi musibah ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini.

Insya Allah, dengan membiasakan meresapi hikmah kalimat ini, kita menjadi lapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah zikir ini, semakin ringan dia menghadapi kehidupan yang berat ini, tanpa harus menghadapi stress maupun depresi.

sumber:http://www.ukhwah.com/article.php?sid=79

::sedihnya...::

^_^ lina mursyidah hamzah at 7:47 PM 0 pandangan dari kamu
Photobucket



saat ni dah masuk 1 muharam 1430..dgn izin dariNy CK tersalah tekan delete blog ni..sedih2..habis semua posting ilang..tapi takpe..CK anggap ni mungkin penghijrahan la kot utk blog CK yang sememangny ntah ape2 ni..jd CK kena cari artikel2 smula..pengembaraan pasal kitab bidayatul hidayah pun kena wat balik..

 

perkongsian sebagai peringatan Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea